PSI Ngamuk! Sebut PDIP 'Kekanak-kanakan' Usai Ungkit Lagi Isu Ijazah Palsu Jokowi

AKURAT BANTEN – Hubungan antara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan mantan kadernya, Joko Widodo (Jokowi), tampaknya telah mencapai titik nadir yang tidak bisa diselamatkan lagi.
Ketegangan politis ini meledak menjadi konfrontasi terbuka setelah PDIP kembali mengungkit narasi lama mengenai isu keaslian ijazah sang mantan presiden ke-7 tersebut.
Serangan sepihak dari partai banteng bermoncong putih ini seketika memantik reaksi keras dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Partai yang kini dipimpin oleh putra bungsu Jokowi itu langsung pasang badan dan melayangkan serangan balik yang sangat menohok.
Sikap elite PDIP dinilai bukan lagi cerminan kritik politik yang sehat, melainkan bentuk kepanikan yang tidak elok dipertontonkan ke publik.
Bermula dari Sentilan Menohok Andreas Hugo Pareira
Eskalasi konflik ini bermula saat Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, secara mengejutkan menyentil rencana safari keliling Indonesia yang akan dilakukan oleh Jokowi dalam waktu dekat.
Andreas mempertanyakan esensi kunjungan Jokowi ke Nusa Tenggara Timur (NTT) dan mengaitkannya secara tendensius dengan polemik ijazah.
Menurut Andreas, daripada melakukan manuver politik yang tidak jelas arahnya, Jokowi sebaiknya memanfaatkan momentum tersebut untuk mengklarifikasi tuduhan ijazah palsu secara gamblang agar tidak terus-menerus menjadi bola liar.
Sentilan ketus ini langsung dianggap sebagai upaya pembunuhan karakter terhadap martabat Jokowi.
PSI Meradang: "Prabowo Saja Tidak Pernah Mempermasalahkan!"
Tidak butuh waktu lama bagi PSI untuk merespons. Ketua DPP PSI, Bestari Barus, langsung angkat bicara dengan nada tinggi dan mengecam keras pernyataan politisi senior PDIP tersebut.
Dengan kalimat yang sangat tajam, Bestari melabeli kelakuan mantan partai pengusung Jokowi itu sebagai tindakan yang kekanak-kanakan dan tidak bermartabat.
Pak Prabowo Subianto yang dua kali menjadi lawannya Pak Jokowi dalam kontestasi Pilpres saja tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Justru sekarang, dari partai yang dulu mendukung dan mengusung Pak Jokowi, keluar kata-kata yang tidak pantas dan sangat kekanak-kanakan ya!, semprot Bestari Barus dengan nada geram.
Bestari menegaskan bahwa tuduhan seputar ijazah palsu adalah lagu lama yang sudah berulang kali dipatahkan oleh fakta hukum dan konfirmasi resmi dari pihak Universitas Gadjah Mada (UGM).
Ia menilai, tindakan PDIP yang kembali menggoreng isu usang ini menunjukkan bahwa mereka belum move on dari kekalahan politik dan merasa terancam oleh pengaruh Jokowi yang masih kuat di akar rumput.
Baca Juga: Makin Panas! PDIP 'Geram' Kalimat Orang Kampung Jokowi: Kalau Santun, Harusnya Tidak Merusak!
"Pecah Kongsi" Total: Tegaskan Jokowi Kini Bersama PSI
Lebih jauh, PSI memanfaatkan momentum ini untuk menegaskan garis demarkasi politik yang baru.
Safari nasional yang akan dilakoni Jokowi disebut-sebut sebagai panggung deklarasi tidak tertulis bahwa sang mantan presiden kini telah sepenuhnya "bercerai" dan meninggalkan rumah lama yang membesarkannya.
Perlu dimengerti dan disosialisasikan kepada publik bahwa Pak Jokowi sudah tidak lagi berada di partainya yang lama itu yang namanya PDI Perjuangan. Sekarang beliau sudah bersama PSI, melangkah ke arah yang baru, tegas Bestari secara blak-blakan.
Saat ini, tim internal PSI dikabarkan tengah sibuk mematangkan cetak biru (roadmap) perjalanan safari nasional Jokowi.
PSI siap mendampingi penuh setiap langkah Jokowi di lapangan untuk membuktikan bahwa daya pikat sang "Raja Jawa" belum pudar, sekaligus mengonsolidasikan basis massa yang kini diarahkan untuk memperkuat barisan PSI.
Dengan situasi yang semakin memanas sebelum genderang safari resmi ditabuh, hubungan PDIP dan kubu Jokowi dipastikan akan memasuki babak baru yang penuh gesekan.
Publik kini tinggal menunggu, apakah serangan agresif dari PDIP ini akan meruntuhkan pamor Jokowi, atau justru berbalik menjadi blunder yang menguntungkan posisi politik PSI di mata masyarakat? (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026









